Rabu, 24 Desember 2008

G TO G, C TO C LALU CITYNET

Setelah fenomena kerjasama internasional melalui jalur G to G (government to government) dan B to B (business to business), saat ini muncul hubungan kerjasama internasional melalui jalur C to C (city to city). Adalah Citynet Asia Pasifik yang bermarkas di Yokohama Jepang merupakan model internasional networking yang berbasis C to C.
Mulanya adalah Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), URDI, Millenium Campaign Indonesia dan 9 kota Indonesia, Tomohon, Bandung, Banda Aceh, Tarakan, Balikpapan, Palembang, Gorontalo, Sukabumi dan Pangkal Pinang yang pada 27 Desember 2006 mendeklarasikan pembentukan Citynet Indonesia di Sukabumi dengan konsep C to C cooperation yang merupakan chapter dari Citynet Asia Pasifik.
Citynet pada prinsipnya merupakan media networking antara anggota dan stakeholders untuk bertukar pengalaman, khususnya yang dinilai sebagai best practices. Berbeda dengan Apeksi yang an sich merupakan forum komunikasi bagi institusi local government, Citynet melibatkan juga institusi non government, seperti NGO ataupun perusahaan swasta. Meskipun begitu, proporsi antara institusi pemerintahan dan non pemerintahan dibatasi dengan perbandingan 60% : 40% yang diprioritaskan pada institusi pemerintahan.
Sebagai organisasi, aktifitas Citynet diorientasikan pada upaya capacity building berupa pelayanan, konsultasi, pelatihan teknis, seminar, workshop, orientasi, diskusi, studi banding, penelitian, pertukaran pengalaman dan informasi yang berskala nasional maupun internasional. Di bidang networking, Citynet Indonesia memprakarsai hubungan internasional dengan anggota-anggota Citynet Asia Pasifik dan organisasi-organisasi internasional.
Dengan format seperti itu, Citynet membuka akses dua arah yang luas kepada institusi pemerintahan dan non pemerintahan untuk saling bertukar informasi dengan komunitas lain pada level nasional maupun internasional. Yang unik dari Citynet adalah pada saat bentuk-bentuk kerjasama G to G ataupun C to C didominasi oleh kepentingan ekonomi yang cenderung kapitalistik, Citynet lebih menawarkan alter conciousness seperti Millenium Development Goals (MDG’s).
Dengan sendirinya, C to C cooperation pada level nasional maupun internasional yang dilakukan cenderung mengedepankan bidang-bidang social semacam pendidikan murah, permukiman murah, pelayanan kesehatan murah yang ultimate goalnya adalah mengurangi pertumbuhan populasi rakyat miskin di seluruh Indonesia maupun dunia. Dan salah satu cara yang paling sering ditempuh oleh Citynet Indonesia adalah dengan “mengawinkan” kota, lembaga maupun perusahaan di Indonesia dengan kota, lembaga maupun perusahaan lain pada chapter Citynet Asia Pasifik.
DUA TAHUN CITYNET INDONESIA
Menginjak 2 tahun eksistensi Citynet yang memang belum terlalu popular bagi masyarakat Indonesia, kepengurusan Citynet meloloskan kota Semarang dan Kota Banjar sebagai anggota terbungsu pada Rapat Kepengurusan di Hotel Borobudur Jakarta, 22 Desember 2008 yang dihadiri Duta Besar MDG’s Asia Pasifik, Erna Witoelar yang merangkap Ketua Pengawas Citynet Indonesia. AD/ ART Citynet Indonesiapun juga mengalami perubahan, khususnya pada klausul-klausul persyaratan keanggotan baru yang didesain untuk memudahkan kota-kota, bahkan kabupaten-kabupaten lain di Indonesia untuk bergabung dan menghapus kesan eksklusif pada Citynet Indonesia.
Selama setahun ke depan Citynet Indonesia juga telah menyusun program kerja berupa Sustainable Training Program sebagai bentuk shared best practice setiap 4 bulan sekali dengan lokasi kota Tomohon dalam bidang ekonomi kreatif, kota Banda Aceh dalam bidang pemberdayaan perempuan dan kota Tarakan dalam bidang pengelolaan Rumah Sakit Umum Daerah dan Puskesmas. Pada level internasional, seluruh anggota Citynet Indonesia juga akan berkesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Citynet Asia Pasifik yang akan diselenggarakan di Malaysia, India, Australia dan Jepang.
Setelah pada tahun ini Citynet mengkampayekan gerakan Stand Up and Take Action against poverty yang melibatkan tokoh agama dan pelajar, tahun depan Citynet akan menyusun pelaporan pencapaian MDG’s untuk meneruskan upaya-upaya tersebut pada level berikutnya yang lebih nyata, teknis dan sistematik.