Kamis, 06 November 2008

malam suatu ketika

malam suatu ketika...
dimana temaram melangkah di tengah terang benderang celoteh berucap
kegelapan berwarna semburat beraneka cahaya pendar yang melukiskan lelah penghuninya
gegap gempita kepekatan yang merayu pengelana gontai karena birahi ketidaktahuan
wujudnya yang kokoh, angkuh mengangkangi kala nan berputar-putar searah senja dan fajar hari
berdesis-desis bagaikan ular betina nyalang yang geliatnya tak pernah lekang oleh gentar
malam suatu ketika...
seorang sahabat yang tak pernah ada untuk bersenda dikelilingi asap rokok dan secangkir kopi pahit
sahabat terkasih yang selalu di sana untuk berkeluh berkesah dan meracau tentang bingarnya dunia
betina elok yang tidur terlelap tergolek diam dalam putihnya hening di simpang jalan
seorang gadis kecil lincah yang menari di atas hamparan gelapnya kilatan lampu penerangan jalan
seorang ibu yang terpekur seru dalam ramainya sunyi yang membekap seluruh fana
bapak yang renta oleh gemerincing kegelapan yang beradu dengan debu jalanan
malam suatu ketika...
saat lelap dengan tekun melantunkan nada kegamangan
saat sayu berderap-derap di bawah siraman cahaya gelap temaram sudut kamar
saat penat melaju deras ratusan kilometer di ruas jalanan lingkar menuju perbatasan
garis batas antara semarak warna kegelapan dan temaramnya fajar
aku lelah dan meringkuk terlelap dalam dekapan cerah malam

batam, 061108, 2322

Tidak ada komentar: